Makanan dan minuman gratis saat arus balik

Tags:

Kepadatan atau kemacetan yang terjadi pada saat hari raya lebaran ini memang tidak perlu diragukan lagi atau dikagetkan lagi, karena memang semakin banyaknya populasi indonesia yang dimaksud banyaknya populasi yaitu mungkin bukan penduduknya saja melainkan alat transportasi sejenis kendaraan bermotor baik roda dua ataupun roda empat, karena mungkin memang banyak sekali cara agar mendapatkan alat transportasi tersebut, entah itu kredit atau darimana asalnya tetapi pastinya pemerintah yang telah mengeluarkan pengumuman bahwa mudik tahun ini semakin meningkat dan meningkat lagi dari tahun ke tahunnya. Semakin meningkatnya angka populasi kendaraan bermotor roda dua dan roda empat kemungkinan ini juga merupakan berkah atau keuntungan dari perusahaan Pertamina, apalagi jalan yang macet tentunya juga akan tetap menguras BBM pada waktu kenadaraan bermotor roda dua atau roda empat berhenti. Karena itu perusahaan Pertamina menggunakan kesempatan ini untuk membuat produkmore info baru atau ide yang kreatif untuk membuat BBM kemasan, sebanyak kurang lebih tiga puluh ribu litter BBM untuk para pemudik yang mengalami kemacetan dalam jalan arus balik yang berada di antara Jakarta – Cikampek.

Kesempatan ini cukup membuat keuntungan bagi perusahaan Pertamina. Pertamina yang juga telah mengeluarkan sebanyak lima mobil untuk melakukan ide kreatif atau memanfaatkan kesempatan jalan yang mendapati kemacetan, mobil tersebut merupakan mobil bertangki dengan adanya fasilitas isi ulang, dan Direktur Pemasaran Ahmad Bambang juga akan memproduksi hal tersebut secara terus-menerus, selain itu Pertamina juga menyediakan beberapa truck untuk membagikan makanan ringan dan minuman secara cuma-cuma atau gratis kepada para pemudik yang mengalami kemacetan.

Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang pun juga meminta maaf karena adanya pejual BBM eceran yang berada di pinggir jalan dan memanfaatkan arus mudik tersebut untuk menjual BBM tersebut dengan harga dua kali lipat atau mungkin lebih dari itu, dan mau tidak mau tentunya pemudik saat ingin pulang ke kampung halaman dengan bahan bakar yang tipis pun terpaksa membeli BBM dari penjual eceran karena mungkin jarak pom bensin yang masih terlalu jauh atau belum di sampai. Hal ini merupakan pembelajaran bagi perusahaan Pertamina, dan akan menjadi hal positif atau masukan positif untuk perusahaan tersebut, dan tentunya perusahaan Pertamina tidak ingin para pemudik kesal dan murung ketika mendapati BBM dengan harga yang naiknya hingga dua atau tiga kali lipat lebih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *